Selasa, 29 Januari 2019

Masih ABG, Kok, Sudah Darah Tinggi? Ternyata Ini Penyebabnya

Apa penyebab hipertensi pada remaja?
Para pakar kesehatan dulu meyakini bahwa hipertensi pada remaja disebabkan oleh kondisi ginjal atau jantung bawaan sejak kecil. Namun berbagai penelitian lebih lanjut membantah anggapan tersebut. Data terbaru memperlihatkan bahwa banyaknya remaja yang mengalami tekanan darah tinggi hampir sama besar dengan orang dewasa pada umumnya.
Dengan kata lain, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi pada remaja dapat dikategorikan sebagai hipertensi primer. Penyebab hipertensi primer tidak sepenuhnya dipahami, tapi bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) atau gaya hidup yang tidak sehat.
Beberapa remaja tampak mewarisi kecenderungan terkena tekanan darah tinggi dari orangtua mereka, sementara yang lain menjadi korban gaya hidup buruk. Remaja sekarang ini kebanyakan mempunyai berat berlebih dan kurang berolahraga dibandingkan remaja generasi masa lalu. Hal ini kemudian mengakibatkan penurunan kebugaran kardiovaskular dan fenomena obesitas pada remaja masa kini.
Berat badan berlebih disebabkan oleh pola makan tinggi lemak dan kalori khas junk food di restoran cepat saji. Pada akhirnya, pola makan ini akan memengaruhi tekanan darah yang dapat berwujud sebagai hipertensi di kemudian hari.
Perubahan hormon selama masa puber pun ternyata ikut berperan penting menjadi faktor risiko hipertensi pada remaja. Lonjakan hormon seks testosteron dan estrogen dilaporkan dapat menjadi awal perkembangan tekanan darah tinggi di kalangan remaja. Beberapa penelitian bahkan menyebut bahwa risiko hipertensi meningkat pada anak-anak ABG yang mengalami pubertas dini. Meski begitu, pengaruh hormon terhadap tekanan darah masih belum sepenuhnya dipahami.




Bagaimana cara mengobati dan mencegah tekanan darah tinggi pada remaja?
Hipertensi di usia ABG akan meningkatkan risiko remaja terkena penyakit jantung di masa depan. Maka, penting untuk mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi semenjak dini. Pedoman umumnya pun persis sama seperti pencegahan dan/atau pengendalian hipertensi pada orang dewasa:
Menjaga berat badan yang sehat
Makan makanan yang sehat
Tidak merokok
Berolahraga secara teratur (setidaknya 20 menit selama 3 hari atau lebih per minggu)
Batasi alkohol dan penggunaan obat-obatan – ini adalah penyebab utama hipertensi di kalangan remaja
Pilihan pengobatan untuk remaja penderita tekanan darah tinggi bervariasi. Seperti orang dewasa, bentuk yang lebih parah dari tekanan darah tinggi memerlukan pengobatan lebih agresif. Namun, penyesuaian gaya hidup cenderung menjadi pilihan pengobatan pertama, meskipun obat-obatan masih digunakan bila diperlukan.
Obat-obatan yang sebenarnya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi pada remaja  sama dengan orang dewasa, dan dosis yang ditentukan biasanya mirip dengan apa yang disebut sebagai dosis “pengantar” atau “percobaan” pada orang dewasa.

Selasa, 24 Juli 2018

Peran Kerjasama tim (Team Work) dalam Manajemen Mutu

Pengantar
Kesendirian apapun bentuknya cenderung bermakna menghasilkan suatu kelemahan, ketidakmampuan, keterasingan dan bahkan membawa kehancuran. Setiap individu pasti memiliki sisi lemah dan sisi kuatnya. Namun barangkali kita mempersoalkan kelemahan orang lain dan terlalu sombong dengan kekuatan diri. Sudah saatnya kita merubah perilaku demikian.

Kerjasama tim (Team Work) merupakan sarana yang ampuh bagi kegiatan apapun, jelas bahwa keberhasilan membina sebuah tim kerja dalam perusahaan merupakan titik kritis yang akan menentukan keberhasilan perusahaan.

Motivasi Nilai dan Sikap
Manajer sering didefinisikan sebagai orang yang mengupayakan agar segala pekerjaan terselesaikan dengan memanfaatkan orang lain. Manajer perlu mengetahui dengan pasti kondisi dan tingkat perkembangan tim kerja di perusahaan. Untuk itu tergantung pada kerjasama dan komitmen dari orang-orangnya serta harus mampu menjalin hubungan kerjasama dengan orang-orang tersebut, baik sebagai individu maupun sebagai tim. Tiap pribadi memiliki nilai pribadi yang merupakan salah 1 faktor yang mempengaruhi sikap dan motivasi seseorang, tetapi terdapat faktor-faktor fundamental lain dalam pekerjaan yang terkait dengan berbagai kebutuhan dan kesan manusia yang mendasar. Apapun yang kita lakukan berawal dari dorongan dalam diri kita. Dorongan untuk memuaskan kebutuhan itu disebut motivasi.

Menurut Maslow, ada beberapa kebutuhan yang membangkitkan motivasi seseorang:
1. Kebutuhan fisik badani (physiological needs)
2. Kebutuhan akan rasa aman (safety needs)
3. Kebutuhan untuk termasuk dalam kelompok (social needs)
4. Kebutuhan ego (esteem needs)
5. Kebutuhan akan pemenuhan diri (self actualization needs)

Kebutuhan-kebutuhan manusia pada suatu saat dapat disusun menurut susunan hirarkis, tetapi dapat berubah dari waktu ke waktu maupun dari situasi ke situasi yang lain. Kebutuhan semacam itu bervariasi dalam kaitannya dengan umur, tahapan dalam siklus kehidupan atau dengan hadiah dan insentif yang diberikan dan lain-lain.

Dengan demikian kita semestinya:
- mengerti faktor-faktor yang memotivasi orang yang bekerja
- memahami kebutuhan untuk menciptakan kesempatan bagi pengembangan dan pengakuan terhadap berbagai keahlian
- memahami pentingnya upaya pemenuhan kebutuhan orang dengan apa saja yang dapat disediakan oleh suatu organisasi

Motivasi manusia merupakan sesuatu yang kompleks, bahwa hampir setiap segi dari tingkat manajemen berdampak pada motivasi dan kinerja. Hal-hal yang perlu dipahami dan bagaimana mestinya kita:
- memahami faktor-faktor yang memotivasi orang bekerja
- menyadari pentingnya memahami tim sebagai individu
- menyadari perlunya mencari kesempatan untuk memuji staf daripada mengeluh mengenai mereka

Memahami Kelompok
Agar efektif, setiap pemimpin kelompok perlu memahami:
- mengapa kelompok-kelompok terbentuk dan apa saja tahap-tahap perkembangannya
- pentingnya kelompok-kelompok informal dan formal
- bagaimana masing-masing kelompok menciptakan aturan, norma dan dinamika
- pentingnya peran kelompok dan bagaimana peran itu berkembang

Membangun Tim
Tidak mudah untuk memulai pembentukan tim. Perlu perencanaan yang mendalam dan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Tim tidak cukup hanya didukung dengan sistem-sistem, prosedur-prosedur dan harapan-harapan yang ada. Kemungkinan mereka tidak cocok dengan standar job description, penilaian kerja, penghargaan dan praktek-praktek promosi atau dengan sistem pengawasan dan ukuran yang tradisional.

Suatu tim perlu pengarahan, pemantauan dan umpan balik dari manajemen. Tim-tim seperti ini akan menjadi tanpa tujuan, sia-sia dan tidak efektif. Untuk itu seorang manajer perlu mengupayakan penciptaan tim-tim yang efektif sehingga memberikan kinerja jangka pendek dan panjang yang unggul.

Pembentukan kelompok/tim dan siklus pengembangan:
Tahap 1: Masa Infansi (Pembentukan)
Tahap 2: Masa Remaja (Mengalami Gejolak)
Tahap 3: Kedewasaan (Membentuk Norma dan Melaksanakannya)
Tahap 4: Mengalami Transformasi

Dalam membangun sebuah tim, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Memahami dinamika kelompok dan prosesnya, serta apa implikasinya bagi pelaku dan praktek supervisor.
- Menyadari arti penting untuk mempengaruhi dan menetapkan norma kelompok sehingga mereka mendukung bagi pencapaian hasil kerja yang baik.
- Memahami pentingnya mendengarkan orang lain, bukan berpegang teguh pada posisi dan pendapatnya

Setiap pribadi dalam tim memiliki latar belakang, nilai-nilai dan harapan masing-masing. Suasana yang konstruktif bagi berlangsungnya sikap saling mendukung dan upaya kerjasama akan tercipta melalui:
- Upaya mendorong anggota tim untuk memandang tim sebagai sumber gagasan, tehnik pelaksanaan, bantuan dan dukungan.
- Upaya mendorong tim untuk menyibukkan diri dengan berbagai usulan yang konstruktif.
- Mendorong anggota tim untuk berani mengambil inisiatif dan melakukan tindakan.
- Menjamin bahwa semua pertemuan dan diskusi formal yang dilakukan tim berlangsung efisien.
- Mendorong semua anggota untuk menuntaskan segala persoalan dan ketidaksepakatan secara terbuka dan konstruktif, bukannya menekan atau menghambatnya.

Kekompakan Tim
Seorang manajer atau pemimpin seyogianya lebih berpikir keras untuk mempersiapkan dan menciptakan tim-tim siap tempur yang kompak, sekaligus termotivasi untukmemacu prestasi karena sadar betapa besar misi sekaligus ancaman yang ada di hadapan mereka. Ada beberapa karakteristik yang yang harus menyertai sebuah tim agar selalu berkarya dalam kekompakan dan keterpaduan yang solid sehingga dapat mencapai sukses:
- Memiliki tujuan yang sama
- Memiliki komitmen yang sama terhadap hal-hal kecil
- Selalu memantau kemajuan
- Saling tergantung dan percaya
- Bahasa yang umum
- Setiap personil tahu peran masing-masing dan bagaimana menjalankan peran itu
- Setiap orang bermain
- Berbagi keberhasilan

Peran dalam Tim
Dalam praktek suatu kelompok kerja yang mungkin kecil dalam jumlah, ada kemungkinan tidak memiliki individu dengan karakteristik tertentu yang dituntut pada setiap peran, sehingga dalam beberapa anggota berperan untuk atau mengisi lebih dari 1 peran, tetapi kondisi yang demikian akan menimbulkan:
- Terdapat jurang di dalam kelompok
- Seseorang menerima terlalu banyak peran
- Seseorang mengambil peran yang salah

Di dalam sebuah tim yang ideal memiliki:
- Seorang ketua
- Seorang pembentuk
- Seorang pemikir
- Seorang pengevaluasi hasil monitoring
- Seorang penyelidik sumberdaya
- Seorang pekerja
- Seorang pekerja tim
- Seorang penyelaras akhir

Penggunaan Sasaran untuk Mencapai Prestasi
Sasaran-sasaran yang relevan dan mungkin dicapai merupakan dasar bagi setiap perencanaan penting, sebab sasaran-sasaran seperti itu mengharuskan kita untuk:
- menetapkan beberapa tujuan
- memutuskan perhatian pada tujuan dari apa yang sedang kita kerjakan
- mengaitkan semua aktivitas kita pada hasil-hasil yang ingin dicapai

Sasaran yang dirumuskan dengan baik memiliki sifat:
- Ditulis dengan bahasa yang jelas
- Memberikan batasan yang jelas mengenai bidang tanggung jawab dan hasil yang hendak dicapai
- Sedapat mungkin menetapkan sasaran secara kuantitatif dan mengarahkan pada hasil yang terukur
- Dilaksanakan hanya menurut jadwal yang ditentukan
- Dilaksanakan dalam semua bidang

Hambatan terhadap Prestasi Tim
Beberapa hambatan terhadap prestasi tim adalah:
1. Hambatan Internal, misalnya: kemampuan,pengalaman, pemahaman kerja dan motivasi yang dimiliki oleh setiap individu.
2. Hambatan Eksternal, misalnya:
- Peralatan, susunan kepegawaian dan sumber daya yang ada
- Struktur dan prosedur organisasi
- Jadwal untuk menyelesaikan pekerjaan
- Biaya tenaga kerja, material dan proses produksi
- Ketergantungan pada departemen lain, pemasok luar, kontraktor atau konsultan
- Spesifikasi pelanggan atau kebutuhan

Sumber : http://sistemanajemen.blogspot.com/2010/07/kerjasama-tim-team-work.html